Menu

Tantangan dan Upaya Meningkatkan Minat Literasi di Indonesia

Jul 06, 2025 Edukasi Admin
Tantangan dan Upaya Meningkatkan Minat Literasi di Indonesia

RRCons 2025-Dibandingkan dengan banyak negara lain, minat literasi di Indonesia masih rendah. Hal ini ditunjukkan oleh hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018. Dari 79 negara yang disurvei, Indonesia menempati peringkat 74 dalam kemampuan membaca. Banyak siswa di Indonesia hanya dapat memahami teks sederhana, dan mereka menghadapi kesulitan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dari bacaan yang lebih kompleks.

Tidak adanya minat literasi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah keterbatasan akses ke literatur berkualitas tinggi, terutama di daerah terpencil. Selain itu, membaca belum menjadi kebiasaan sehari-hari di Indonesia. Selain itu, dominasi penggunaan gawai untuk hiburan seperti media sosial dan video pendek memburukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca yang lebih mendalam.

Sangat penting untuk meningkatkan literasi di Indonesia, menurut beberapa ahli. Menurut cendekiawan Indonesia Emil Salim, literasi sangat penting untuk membangun bangsa yang kritis dan berdaya saing. Masyarakat yang tidak memiliki literasi mudah terpengaruh oleh berita palsu dan tidak dapat berpikir logis. Menurut pendiri Gerakan Literasi Narasi Najwa Shihab, literasi adalah tentang membangun daya pikir kritis selain hanya membaca. Dia berpendapat bahwa menumbuhkan minat baca pada usia muda sangat penting untuk menghasilkan generasi yang lebih sadar informasi.

Seperti yang dinyatakan oleh Muhadjir Effendy, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu tantangan terbesar bagi dunia literasi Indonesia adalah mengubah pandangan bahwa membaca adalah kebutuhan dan bukan hiburan. Ia menekankan bahwa keluarga dan sekolah sangat penting dalam membangun budaya membaca. Selain itu, tokoh pendidikan nasional Anies Baswedan menyatakan bahwa kemajuan sebuah negara tidak hanya bergantung pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada kualitas manusianya, dan literasi adalah kunci untuk menciptakan kualitas ini. Singkatnya, keadaan literasi di Indonesia saat ini menuntut banyak pihak untuk bertindak. Untuk meningkatkan akses terhadap literatur bacaan, menjadikan membaca sebagai gaya hidup, dan mendorong diskusi kritis di berbagai lapisan masyarakat, diperlukan upaya kolektif. Budaya literasi dapat berkembang dengan kuat dan menjadi dasar kemajuan bangsa di masa depan.

Refrensi

Mohammad Tohir, 2019, Hasil PISA Indonesia Tahun 2018 Turun DIbanding Tahun 2015

OECD (2019). PISA 2018 Results. https://www.oecd.org/pisa

UNESCO via Kominfo (2016). Minat Baca Rendah, Indonesia Perlu Gerakan Literasi Nasional.

Kemendikbud (2019). Strategi Peningkatan Budaya Literasi.

CNN Indonesia (2021). Emil Salim Ingatkan Literasi Hadapi Era Digital

Narasi TV, Najwa Shihab. Gerakan Literasi di Tengah Minimnya Bahan Bacaan Anak (2020).

Share your response

Comments (0)

Belum ada komentar.